Sabtu, 20 Juli 2019

PERAN BIDAN PADA KASUS NEAR MISSED

 PERAN BIDAN PADA KASUS NEAR MISSED

1. Peran bidan pada kasus near missed

         Hari ini, adalah hari yang bersejarah bagi pasangan Ny. F dan Tn. M. Karena hari ini adalah lahirnya bayi kembar mereka, berat 2300 gram dan 1900 gram. Peristiwa kelahiran kedua bayi mereka dimulai dengan kejangnya Ny. F saat kehamilannya mencapai usia kehamilan cukup bulan. Tn. M yang panik, langsung membawa istrinya ke bidan praktek terdekat (tanpa membawa apapun, hanya baju yang melekat)

       Bidan praktek yang saat itu sedang menangani persalinan, langsung meninggalkan pasiennya, dan mengantar Ny. F dan suaminya Tn. M ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas itu, dalam waktu 30 menit, perawat, bidan dan petugas kesehatan yang bertugas langsung memberikan penanganan. Obat anti kejang diberikan dan stabilisasi dilakukan sebelum melakukan perujukan dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

       Tim RSUD sudah mengetahui bahwa ada pasien hamil yang kejang sedang diberangkatkan ke tempat mereka bertugas. Beberapa menit sebelum pasien sampai, bagian unit gawat darurat, kamar bersalin dan kamar operasi sudah mengetahui bahwa pasien ini membutuhkan operasi segera.

      Pasien kejang dalam kehamilan membutuhkan tindakan operasi sesar segera untuk menyelamatkan janin dan juga nyawanya sendiri. Saat ini, kabar terbaru adalah pasien sudah pulih kesadarannya setelah operasi - dan memasuki ruang perawatan ibu
.
      Ini kehamilan yang pertama, kata Tn. M yang baru berusia 18 tahun. Ny. F yang juga berusia 18 tahun, datang dengan kejang, yang sebelumnya tidak pernah dialami saat kontrol kehamilan di Rumah Sakit terdekat. Setelah pemberian dosis awal obat antikejang (Magnesium Sulfat), Puskesmas menyiapkan rujukan segera ke RSU- dan menghubungi tim RSU untuk kesiapan mereka.

      Tn. M yang tidak membawa uang atau baju ganti (saya lihat ternyata kaki nya pun bahkan tidak memakai sendal/ sepatu) dianjurkan memakai Jampersal supaya semua pembiayaan ditanggung negara. Pasien dan suami langsung berangkat dengan Puskesmas ke RSU, biaya operasi, perawatan, ambulans akan ditanggung oleh Jampersal- karena kasus ini merupakan kehamilan dengan komplikasi/ penyulit, yang memang harus ditangani pada fasilitas kesehatan setingkat RSU.

2. Mendampingi klien yang hampir meninggal

Sikap tenaga kesehatan seharusnya:

a. Tidak meramalkan (menjelaskan kepada keluarga) tentang lamanya sakaratul maut.
b. Menguatkan hati keluarga pasien.
c. Menjelaskan kepada keluarga tentang perubahan-perubahan yang terjadi.
                         
3. Tindakan pada keluarga yang ditinggalkan

a. Beri kesempatan keluarga untuk bersama dengan jenazah beberapa saat
b. Siapkan tempat khusus untuk memulai rasa berduka
c. Pahami perasaan dan dengarkan semua ekpresinya
d. Bantu keluarga untuk membuat keputusan serta perencanaan pada jenazah
e. Beri support jika terjadi disfungsi berduka.

4. Merawat Jenazah

 Perlakukan tubuh dengan rasa hormat yang sama terhadap orang yang masih hidup.

1. Dibaringkan dalam posisi anatomis yang normal ( bila perlu posisi disesuaikan dengan norma agamanya).
2. Singkirkan pakaian atau alat tenun
3. Lepaskan semua alat kesehatan seperti selang- selang yang terpasang dilepas
4. Perhiasan, tusuk rambut dan gigi palsu dilepas (protesis lain)
5. Bersihkan tubuh dari kotoran dan noda, dimandikan bila perlu.
6. Tempatkan satu bantal di bawah kepala
7. Tutup kelopak mata, jika tidak bisa tertutup bisa menggunakan kapas basah
8. Katupkan rahang atau mulut, kemudian ikat dan letakkan gulungan handuk di bawah dagu
9. Tempatkan kedua tangan jenazah di atas abdomen dan ikat pergelangannya (tergantung dari kepercayaan atau agama)
10. Letakkan alas di bawah glutea
11. Kedua kaki boleh diikat pada pergelangannya.
12. Memasang tanda pengenal ganda pada mayat, satu pada pembungkus dan satu pada kaki mayat.
13. Tutup tubuh jenazah sampai sebatas bahu
14. Kepala ditutup dengan kain tipis
15. Bungkus jenazah dengan kain panjang
16. Bila pasien meninggal setelah menderita penyakit tertentu yang menular, perlu mendapatkan penanganan khusus untuk mencegah penularan.
17. Mencatat dan menyimpan barang-barang berharga milik pasien dan diserahkan kepada keluarganya.
18. Memberikan surat keterangan kematian yang ditanda-tangani oleh dokter.
19. Bila perlu autopsi maka perlu mendapatkan ijin dari keluarganya.
 
  Autopsi adalah pemeriksaan  organ-organ dan jaringan tubuh manusia sesudah mati. 

PERILAKU SEHAT DAN SAKIT

PERILAKU SEHAT DAN SAKIT

DEFINISI PERILAKU

   Dari segi BIOLOGIS  suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup)
Semua makhluk berperilaku baik itu hewan, tumbuhan maupun manusia
Perilaku manusia adalah tindakan atau aktivitas dari manusia yang mempunyai cakupan yang sangat luas, misalnya berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah dll

Secara khusus perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar

KONSEP PERILAKU

SKINNER (1938) seorang PSIKOLOG , perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus
Pendapat SKINNER dikenal sebagai TEORI S-O-R
 S      O       R
S = STIMULUS
O = ORGANISME
R = RESPONS

SKINNER membedakan ada nya 2 respon dari sudut stimulus, yaitu:

1. RESPONDENT RESPON/REFLEXIVE
Yaitu respon yang ditimbulkan oleh karena ada nya rangsangan atau stimulus eliciting stimulation
2. OPERANT RESPONSE/INSTRUMENTAL RESPONSE
Respon yang muncul dan berkembang dan diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu  reinforcing stimulation atau reinforcer

Dari bentuk respon terhadap stimulus diatas muncul perilaku
Perilaku tersebut yaitu :
  1. Perilaku tertutup
  2. Perilaku terbuka
DOMAIN PERILAKU

Dari teori BLOOM (1908) membagi perilaku manusia dalam 3 domain :
Pengetahuan ( Knowledge )
Sikap ( Attitude )
Praktik atau Tindakan ( Practice )

PENGETAHUAN

Ada 6 tingkatan dalam pengetahuan :
  1. Tahu  ( Know )
  2. Memahami ( Comprehension )
  3. Aplikasi ( Aplication )
  4. Analisis ( Analysis )
  5. Sintesis ( Synthesisi )
  6. Evaluasi ( Evaluation )
  7. SIKAP ( ATTITUDE )
  8. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau objek.
  9. Manifestasi sikap tidak dapat terlihat, reaksi tertutup
  10. NEWCOMB ahli psikolog menyatakan sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan
Tingkatan dari sikap yaitu:
  • Menerima
  • Merespon
  • Menghargai
  • Bertanggung jawab
TINDAKAN (PRACTICE )
Tingkatan tindakan :
  • Respon terpimpin  terarah, sesuai urutan nyata
  • Mekanisme
  • Adopsi
DETERMINAN PERILAKU

Dalam menerima respon terhadap stimulus, setiap orang berbeda-beda, dipengaruhi oleh karakteristik atau faktor perilaku, hal ini disebut determinan perilaku, faktor perilaku ditentukan atau dibentuk oleh
  1. Faktor predisposisi ( pengetahuan, sikap, kepercayaan, nilai-nilai)
  2. Faktor pendukung ( lingkungan fisik, fasilitas, sarana prasarana )
  3. Faktor pendorong ( perilaku petugas kesehatan )
PERILAKU SEHAT DAN SAKIT

APA ITU SEHAT??
APA ITU SAKIT??
APA ITU PENYAKIT??

SEHAT adalah keadaan sejahtera, sempurna dari fisik mental dan sosial yang tidak terbatas hanya bebas dari penyakit

Penyakit (disease) adalah suatu bentuk reaksi biologis terhadap suatu organisme, benda asing atau luka (injury). Hal ini ditandai oleh perubahan fungsi-fungsi 
Sakit (illness) adalah penilaian seseorang terhadap penyakit sehubungan dengan pengalaman yang langsung dialaminya. Hal ini merupakan fenomena subjektif yang ditandai dengan perasaan tidak enak (feeling unwell).

KONSEP SEHAT DAN SAKIT

KONSEP SEHAT
yaitu bahwa sehat adalah orang yang dapat bekerja atau menjalankan pekerjaannya sehari-hari
KONSEP SAKIT, dimana dirasakan oleh seseorang yang sudah tidak dapat bangkit dari tempat tidurnya, tidak dapat menjalankan pekerjaan sehari-hari

PERILAKU ORANG SAKIT
Tidak bertindak atau tidak melakukan kegiatan apa-apa (no action)
Tindakan mengobati sendiri (self treatment)
Mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan tradisional (tradisional remedy)
Mencari pengobatan dengan membeli obat-obatan di warung obat (chemist shop)
Mencari pengobatan ke fasilitas pengobatan modern yang diadakan oleh pemerintah maupun lembaga kesehatan swasta, dalam hal ini balai pengobatan, klinik, puskesmas dan rumah sakit
Mencari pengobatan kefasilitas pengobatan modern yang diselenggrakan oleh dokter praktik (private medicine)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN
  1. DAYA TARIK 
  2. PENGETAHUAN
  3. KEPERCAYAAN
  4. KEMUDAHAN ATAU AKSES
  5. SOSIAL EKONOMI
ASPEK SOSIAL YANG BERPENGARUH PADA PELAYANAN KESEHATAN

 1. HEALTH BELIEVE
Yaitu tradisi yang diberlakukan secara turun temurun
2. LIFE STYLE
Yaitu gaya hidup yang berpengaruh kepada kesehatan
3. HEALTH SEEKING BEHAVIOR
Suatu bentuk kepercayaan kalau sakit tidak perlu ke pelayanan kesehatan tetapi cukup membeli obat ke warung atau mendatangi dukun


TEORI PERUBAHAN PERILAKU
  1. TEORI STIMULUS ORGANISME
  2. TEORI FESTINGER
  3. TEORI FUNGSI
  4. TEORI KURT LEWIN
1. TEORI STIMULUS ORGANISME

Teori ini aplikasi dari S-O-R
Stimulus Organisme ( Perhatian, pengertian, penerimaan) timbul Respon baik perubahan sikap maupun respon tindakan

2. TEORI FESTINGER (Dissonance theory)
Terjadi karena didalam diri individu terdapat 2 elemen kognisi yang saling bertentangan. Yang dimaksud elemen kognisi adalah pengetahuan, pendapat atau keyakinan.
Apabila individu menghadapi suatu stimulus atau objek, dan kemudian menimbulkan pendapat atau keyakinan yang berbeda/bertentangan di dalam didalam individu itu sendiri

3. TEORI FUNGSI

TEORI INI BERDASARKAN ANGGAPAN BAHWA PERUBAHAN PERILAKU INDIVIDU TERGANTUNG PADA KEBUTUHAN
FUNGSI PERILAKU :
Instrumental dapat berfungsi memberikan pelayanan
Deference mechanism  pertahanan diri menghadapi lingkungan
Penerima objek  menyesuaikan diri terhadap lingkungan
Nilai ekspresif  keterampilan menjawab dalam suatu kondisi

4. TEORI KURT LEWIN

Pada teori ini dikatakan bahwa perilaku manusia adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong dan kekuatan penahan. 

TEORI PENGGUNAAN PELAYANAN KESEHATAN

Anderson dan Newman mempersamakan 3 dimensi dari kepentingan utama dalam pengukuran dan penentuan pelayanan kesehatan, yaitu
1. Tipe ( tipe pelayanan)
2. Tujuan 
a. I primary  b. II secondary  c. III tertiary  d. IV custodial
3. Unit analisa (kontak, volume, episode)

DAFTAR PUSTAKA
Notoatmodjo. 2014. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

MENU BAYI DAN BALITA

Menu Bayi dan Balita


 
1.Bayi 0-6 Bulan
2. Usia 6-8 Bulan
3. Usia 9-10 Bulan
4. Usia 10-12 Bulan
5. Usia <12 Bulan

1. Usia 0-6 Bulan

Hanya ASI saja Tanpa Tambahan Makanan Apapun

2. Usia 6-8 Bulan
  • Lanjutkan Menyusui
  • Jumlah Takaran 2-3 SDM (125 ml)
  • Frekuensi 2-3x makan
  • 1-2 kali selingan(Buah atau biskuit)
  • Makanan dibuat dengan di saring, tekstur makanan lembik dan tidak terlalu encer
Contoh menu

*  : Kentang
** : Kacang Merah
*** : Salmon
****: Wortel brokoli
Tambahan EVOO
NB : EVOO tidak boleh di masak!!

Cara membuat

Semua bahan di kukus setelah matang di haluskan menggunakan saringan dan di campur dg EVOO
Jika kurang lembik maka boleh di tambah ASI

3. Usia 9-10 Bulan
  • Lanjutkan menyusui
  • Jumlahnya < 125 ml
  • Frekuensi 3-4 kali
  • 1-2 kali selingan(Buah atau biskuit)
  • Bahan makanan sama dengan orang dewasa, rasa disesuaikan untuk anak-anak
  • Makanan dibuat dg di tumbuk dan tekstur nya agak kasar
Contoh Menu

* : Nasi
** : Tempe
*** : Daging
****: Brokoli
Tambahan EVOO

Cara Memasak

Semua bahan makanan di kukus kemudian di tumbuk hingga tekstur nya agak kasar.
Atau menggunakan slow cooker

4. 10-12 Bulan
  • Lanjutkan Menyusui
  • Jumlahnya 200ml
  • 3-4 kali makan
  • 1-2 kali selingan(Buah atau biskuit)
  • Bahan makanan sama dengan orang dewasa, rasa disesuaikan untuk anak-anak
  • Makanan di cincang kasar
5. Usia <12 Bulan
  • Lanjutkan Menyusui
  • <250 ml
  • Frekuensi 3-4 kali makan
  • 1-2 kali selingan
  • Menu sama untuk orang dewasa
  • Caranya memasak sama dengan orang dewasa
Gerakan Tutup Mulut (GTM)

 Penyebab gerakan tutup mulut pada anak terjadi karena anak merasa bosan dengan makanan yang diberikan, sedang sakit, merasa tidak lapar ataupun adanya trauma baik terhadap makanan tertentu atapun proses makan itu sendiri
Terkadang orang tua menjadi menjadi permisif sehingga membiarkan anaknya hanya makan biskuit favoritnya, memberi susu sebagai pengganti makanan atau memberikan makanan cepat saji yang menjadi kesukaan anak

Cara Mengatasi GTM
  • Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan dua - tiga kali sehari (500-600 ml/hari).
  • Batasi juga waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.
  • Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.
  • Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.
  • Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya.
  • Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.
  • Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
  • Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah.

PENGANTAR ASUHAN KEBIDANAN

Adaptasi Fisiologi Persalinan

Persalinan

Proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu pada usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) tanpa diserai adanya penyul

Tanda dan Gejala Persalinan

Timbulnya kontraksi uterus/his
Penipisan dan pembukaan servix
Bloody Show (lendir disertai darah dari jalan lahir)

Tahapan Persalinan

Kala I
Dari his/kontraksi sampai bukaan lengkap
Fase laten
Fase aktif
Akselerasi : pembukaan menjadi 4 cm
Dilatasi maksimal/kemajuan maksimal : pembukaan 4 cm menjadi 9 cm
Deselerasi : pembukaan 9 sampai 10 cm atau lengkap

Kala II

Dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi

Tanda-tanda gejala kala II
DorAn
TekNus
PerJol
VulKa

Kala III

Segera setelah bayi lahir sampai keluarnya plasenta

Tanda-tanda klinis dari pelepasan plasenta yaitu:
Semburan darah
Pemanjangan tali pusat
Perubahan bentuk uterus : dari diksoid menjadi bentuk bundar (globular)

Kala IV

saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum

Refrensi

POGI. 2008 . Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: JNPK-KR
Pusdiknas, WHO, JHIPEGO. 2001. Buku III asuhan kebidanan pada ibu infartum. Jakarta
Sulistyawati,Ari dan Esti Nugraheny. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin. Jakarta. Salemba Medika
Varney, Kriebs, Gegor. 2002. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Edisi 4, Volume 1. EGC, Jakarta.

KONSEP DIRI

KONSEP DIRI


Pengertian Konsep Diri

⏭ Stuart & Sundeen       semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan   individu tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain
⏭Burns  ➝ hubungan antara sikap dan keyakinan tentang diri kita sendiri.

Konsep Diri Positif
  • Merasa setara dengan orang lain
  • Yakin dapat mengatasi segala macam masalah
  • Bisa menerima pujian tanpa rasa malu
  • Bisa menyadari bahwa setiap orang memiliki perasaan, keinginan, serta perilaku yang tidak semuanya dapat di
  • setujui oleh anggota masyarakat.
  • Bisa memperbaiki dirinya sendiri. Maksudnya dia mampu untuk mengungkapkan tentang aspek kepribadian yang tidak disukainya dan akan berusaha untuk dapat mengubahnya.
Konsep Diri Negatif
  • Sangat rerponsif akan pujian
  • Peka terhadap kritikan.
  • Lebih bersikap hiperkritis.
  • Merasa tidak di sukai oleh orang lain.
  • Memiliki sikap pesimis disetiap kompetisi.
Komponen Konsep Diri
  1. Citra Tubuh (Body Image)
  2. Ideal Diri
  3. Harga Diri
  4. Peran
  5. Identitas Diri
Menurut Brian Tracy,  konsep diri memiliki tiga komponen
  • Self-Ideal (Ideal Diri) terdiri atas harapan, impian, visi dan idaman
  • Self-Image (Citra Diri) Membayangkan diri dan menentukan bagaimana kita akan bersikap pada suatu situasi.
  • Self-Esteem (Jati Diri) penilaian bagaimana kita menyukai diri sendiri.
faktor yAng mempengaruhi konsep diri 

1. Menurut E.B. Hurlock 
  • Bentuk tubuh
  • Cacat tubuh
  • Pakaian
  • Nama dan julukan
  • Inteligensi kecerdasan
  • Taraf aspirasi/cita-cita
  • Emosi
  • Jenis/gengsi sekolah
  • Status sosial
  • Ekonomi keluarga
  • Teman
  • Tokoh/orang yang berpengaruh.



PRINSIP MANAJEMEN ELIMINASI

PRINSIP MANAJEMEN ELIMINASI

Kebutuhan eliminasi terdiri atas dua yakni;
1.Eliminasi Urine (buang air kecil) atau miksi
2. Eliminasi Alvi (buang air besar) atau defekasi

Miksi
⏯Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi
⏯Proses ini terjadi dari dua langkah utama yaitu:
1. Kandung kemih secara progresif terisi
2. Timbul refleks saraf yang disebut refleks    miksi. 

Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya eliminasi urine

1.Ginjal
2. Kandung kemih
3. Uretra
    
Frekuensi Berkemih
  • Frekuensi untuk berkemih tergantung kebiasaan dan kesempatan
  • Banyak orang-orang berkemih kira-kira 70 % dari urine setiap hari pada waktu bangun tidur
  • Kebiasaan lain dalam berkemih : pertama kali pada waktu bangun tidur, sebelum tidur dan berkisar waktu makan
Usia Jumlah / hari

Hari pertama - kedua dari kehidupan 15 – 60 ml
Hari ketiga – kesepuluh dari kehidupan 100 – 300 ml
Hari kesepuluh – 2 bulan kehidupan 250 – 400 ml
Dua bulan – 1 tahun kehidupan 400 – 500 ml
1 – 3 tahun 500 – 600 ml
3 – 5 tahun 600 – 700 ml
5 – 8 tahun 700 – 1000 ml
8 – 14 tahun 800 – 1400 ml
14 tahun – dewasa 1500 ml
Dewasa tua 1500 ml / kurang

Komposisi urine: Air ( 96%) dan 4% larutan organik serta non organik.

Karakteristik urine

Warna
      Kekuning-kuningan
      Orange gelap
      Merah, coklat 
Bau
     Normal urine berbau aromatik yang    memusingkan.
Kejernihan
     Normal urine terang dan transparan. Urine dapat    menjadi keruh karena ada mukus atau pus.
pH
     Normal pH urine sedikit asam (4,5 – 7,5).
  • Retensi
  • Inkontinensia urine
  • Enuresis
  • Perubahan pola urine  (frekuensi, keinginan/urgensi)
  • Poliuria
  • Urine suppression
Penyebab Umum Masalah Eliminasi
  • Obstruksi
  • Pertumbuhan jaringan abnormal
  • Batu
  • Infeksi
Kateterisasi

1. Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan. Kateter terutama terbuat dari bahan karet atau plastik, metal, woven silk dan silicon

2, Kateterisasi urine adalah tindakan memasukan selang kateter kedalam kandung kemih melalui uretra, dengan tujuan mengeluarkan urin.

KEGUNAAN
  • Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih.
  • Untuk pengumpulan spesimen urine.
  • Untuk mengukur residu urine setelah miksi di dalam kandung kemih.
  • Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan.

PERAWATAN KATETER
  • Banyak minum
  • Mengosongkan urine bag secara teratur
  • Tidak mengangkat urine bag lebih tinggi dari tubuh penderita
  • Membersihkan darah, nanah, sekret dan mengolesi kateter dengan antiseptik secara berkala
  • Ganti kateter paling tidak 2 minggu sekali
Komplikasi Pemasangan Kateter
  • Bila pemasangan dilakukan tidak hati-hati bisa menyebabkan luka dan perdarahan uretra
  • Balon yang dikembangkan sebelum memasuki buli-buli juga dapat menimbulkan luka pada uretra. 
  • Pada penderita tidak sadar, kateter dengan balon terkembang bisa dicabut yang berkibat perdarahan dan melukai uretra
  • Kateter tidak bisa dicabut karena saluran pengembang balon tersumbat
Urinalisis

Urinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan diagnosis infeksi saluran kemih, batu ginjal, skrining dan evaluasi berbagai jenis penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi (hipertensi), dan skrining terhadap status kesehatan umum. 

Defekasi

Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum.

 Frekuensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. 

 Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang

   Yang berperan adalah sistem gastroinstestinal bawah yang meliputi usus halus dan usus besar. 

Gangguan Eliminasi Alvi
  1. Konstipasi
  2. Diare
  3. Inkontinensia usus
  4. Kembung
  5. Hemorroid
  6. Fecal infection
Faktor Yang Mempengaruhi Proses Defekasi
  1. Usia
  2. Diet asupan cairan
  3. Aktifitas 
  4. Pengobatan
  5. Gaya hidup
  6. Penyakit
Spesimen Urin

Tujuan 
 Menetukan apakah terdapat kelainan urin yang di urai secara makroskopis ( fisik ), sedimen / endapan, kimiawi, bakterialogis, maupun imunologis, tergantung pada sampel atau jenis urin yang diperiksa.
  • Spesimen urin bersih untuk urinalisis rutin
  • Spesimen urin tengah atau pancar tengah untuk    kultur urin
  • Spesimen urin sewaktu untuk berbagai pemeriksaan        bergantung masalah spesifik pada klien.
Feses

Pemeriksaan feses dilakukan untuk:
  • Melihat ada tidaknya darah. 
  • Mendeteksi telur cacing dan parasit.
  • Mendeteksi virus dan bakteri
Penyimpanan
  • Feses tahan < 1 jam pada suhu ruang 
  • Bila 1 jam/lebih gunakan media transpot yaitu Stuart’s medium, ataupun Pepton water
  • Penyimpanan < 24 jam pada suhu ruang, sedangkan > 24 jam pada suhu 4°C 





KEBUTUHAN OKSIGEN

Kebutuhan Oksigenasi



  • Sistem tubuh yang berperan dalam proses oksigenasi
  • Proses oksigenasi
  • Faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen
  • Jenis pernapasan
  • Pengukuran fungsi paru
  • Masalah kebutuhan oksigen

Pengertian

Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan manusia yang digunakan untuk metabolisme sel tubuh, mempertahankan hidup & aktivitas berbagai organ & sel.

Tujuan dari pernapasan
Menyediakan oksigen bagi jaringan dan membuang karbondioksida.

Fungsi utama sistem pernapasan
Untuk memperoleh O2 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh & mengeliminasi CO2  yang dihasilkan oleh sel

Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenisasi

1. Saluran Pernapasan   bagian atas
2. Saluran Pernapasan bagian bawah
3. Paru
4. Sistem kardiovaskuler

Saluran Pernapasan bagian atas

➧Berfungsi  
  1.  Penyaring
  2.  Menghangatkan
  3.  Melembabkan udara yang terhirup

Saluran ini terdiri dari :

1. Hidung
Proses oksigenisasi diawali penyaringan oleh bulu yang ada dalam vestibulum (bagian rongga hidung) kemudian dihangatkan & dilembabkan
2. Faring
3. Laring (tenggorokan)
4. Epiglotis
     Merupakan katup tulang rawan  berfungsi membantu menutup laring pada saat proses menelan

Saluran pernapasan bagian bawah

⏯ Berfungsi mengalirkan udara & memproduksi surfaktan.
⏯ Terdiri dari 
  1. Trakea mengeluarkan debu atau benda asing
  2. Bronkus
  3. Bronkiolus
   Paru
  • Merupakan organ utama dalam sistem pernapasan 
  • Paru memiliki jaringan elastis, berpori serta berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen & karbondioksida

Sistem Kardiovaskuler
Kemampuan oksigenisasi pada jaringan dipengaruhi oleh fungsi jantung untuk memompa darah sebagai transport oksigen.

Proses oksigenasi

Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi terdiri dari :
  1. Ventilasi
  2. Difusi gas
  3. Transportasi gas

Ventilasi

Merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfir kedalam alveoli atau dari alveoli keatmosfir.
Proses ventilasi dipengaruhi :
  • Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru, semakin tinggi tempat, maka tekanan udara semakin rendah. Demikian pula sebaliknya.
  • Adanya kemampuan alveoli untuk kembang kempis.
  • Adanya jalan nafas dari hidung hingga alveoli yang terdiri dari otot polos yang dipengaruhi oleh sisitem syaraf otonom. 
  • Adanya refleks batuk dan muntah
  • Adanya peran mucus silaris sebagai penangkal benda asing
  • Complience atau kemampuan paru untuk mengembang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor
  • Recoil atau kemampuan untuk mengeluarkan CO2 atau kontraksi penyempitan paru.
  • CO2 memiliki kemampuan merangsang pusat pernafasan. 


Difusi Gas
Merupakan pertukaran oksigen dialveoli ke kapiler paru & C02  dikapiler ke alveoli. 

Transportasi Gas
  1. Merupakan proses pendistribusian oksigen di kapiler ke jaringan tubuh & CO2 jaringan tubuh ke  kapiler
  2. Transportasi gas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu curah jantung, latihan, perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan (hematokrit) serta eritrosit dan kadar Hb.

Jenis Pernapasan

1 Respirasi Eksternal
Keseluruhan rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 &CO2  antara lingkungan eksternal & sel tubuh

2. Respirasi internal
Proses metabolisme intrasel yang berlangsung didalam mitokondria, yang menggunakan O2 & mengeluarkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul nutrien

Pengukuran Fungsi Paru

Kemampuan faal paru dapat dinilai dari volume & kapasitas paru.
   Volume paru merupakan volume udara yang mengisi ruangan udara dalam paru terdiri :
1. Volume pasang surut (tidal volume TV) merupakan jalan udara keluar-masuk pada saat terjadi pernapasan biasa. Orang sehat rata-rata 500cc
2. Volume cadangan hisap(Inspiratory reserve volume- IRV) Jumlah udara yang masih bisa dihirup secara maksimal setelah menghirup udara pada pernapasan biasa. Org dewasa 3.000cc.
3. Volume cadangan hembus (Expiratory reserve volume-ERV) 
Jumlah udara yang masih bisa dihembuskan secara maksimal setelah menghembuskan udara pada pernapasan biasa orang dewasa mencapai 1100cc.
4. Volume sisa (residual volume-RV)
Jumlah udara yang masih tertinggal diparu meskipun telah menghembuskan napas secara maksimal orang dewasa rata-rata 1200cc

Kapasitas Paru

  1. Kapasitas hisap( Inspiratory capacity),Merupakan jumlah dari volume pasang surut & volume cadangan hisap
  2. Kapasitas cadangan fungsional (Functional reserve capacity-FRC), Jumlah dari volume cadangan hembus dengan volume sisa
  3. Kapasitas Vital (Capacity Vital-CV) ,Jumlah dari volume cadangan hembus, volume pasang surut & volume cadangan hisap
  4. Jumlah keseluruhan volume udara yang ada dalam paru (total lung capacity-TLC), Terdiri atas voloume pasang surut, volume cadangan hisap,volume cadangan hembus & vol sisa
Masalah Kebutuhan Oksigen

1. Hipoksia
Hipoksia merupakan kondisi tidak terpenuhinya oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel. 
      Ditandai dengan sianosis.
2. Perubahan pola pernapasan
➧Tachypnea
Merupakan pernapasan yang memiliki frekwensi lebih dari 24 X/m. Proses ini terjadi karena paru dalam keadaan atelektasis.
➧Bradypnea
Pernapasan kurang dr 10X/m. Ditemukan pada peningkatan TIK disertai narkotik atau sedatif
➧Hiperventilasi
Cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat  & dalam.

➧Kusmaul
Pola pernapasan cepat & dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metabolik.
➧Hipoventilasi 
Merupakan upaya tubuh mengeluarkan karbondioksida dengan cukup serta tidak cukupnya penggunaan oksigen
➧Dispnea
Perasaan sesak & berat saat pernapasan
➧Orthopnea
Kesulitan bernapas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri & pola ini ditemukan pada seseorang yang mengalami kongestif paru
➧Cheyne Stokes
Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik turun, berhenti, kemudian mulai dari siklus baru
➧Pernapasan paradoksial 
Pernapasan yang ditandai dengan pergerakan dinding paru yang berlawanan arah dari keadaan normal, sering ditemukan pada keadaan atelektasis.
➧Biot
Merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes, tetapi amplitudonya tidak teratur, pola ini sering dijumpai pada rangsangan selaput otak, TIK meningkat, trauma kepala dan lain-lain
➧Stridor 
Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Pola ini ditemakan pada kasus spasme trakea atau obstruksi laring. 

Obstruksi jalan napas
   Obstruksi jalan napas merupakan kondisi pernapasan yang tidak normal akibat ketidakmampuan batuk secara efektif