Sabtu, 20 Juli 2019

PERKEMBANGAN REMAJA

Perkembangan Remaja


    Remaja

Menurut Hurlock (1997) remaja diartikan sebagai salah satu masa transisi atau peralihan, yaitu periode dimana individu secara fisik maupun psikis berubah dari masa kanak-kanak kemasa dewasa.

Tahapan Perkembangan Remaja Dibagi Dalam 3 Tahap

1. Masa remaja awal (usia 12-15 tahun)

    Pada tahap ini remaja masih terheran-heran akan perubahan-perubahan itu dan mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru dan adanya ketertarikan terhadap lawan jenis.

2. Masa remaja pertengahan (usia 14-16 tahun) 

    Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. Selain itu, pada tahap ini, remaja juga berada dalam kondisi kebingungan karena dia tidak tahu harus memilih yang mana yang peka atau peduli, ramai-ramai atau sendiri, idealis, matrealis, dsb. Remaja harus mempererat hubungan dengan kawan-kawan dari lawan jenis.

 3. Masa remaja lanjut (usia 18-21 tahun)

● Minat yang makin mantap
● Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang lain dan pengalaman baru
● Terbentuk identitas sosial yang sudah tidak akan berubah lagi
● Mempunyai penderian tertentu berdasarkan satu pola yang jelas yang baru ditemukannya
● Masa sudah mantap dan stabil


Ada 3 Kriteria Remaja

● Berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan sosial.
● Mengalami perkembangan psikologik dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa.
● Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif mandiri.


Perkembangan Pada Remaja

● Fungsi Organ Seksual
● Cara Berpikir Kausalitas (sebab-akibat)
● Emosi Yang Meluap-luap
● Mulai Tertarik Pada Lawan Jenis
● Menarik Perhatian Lingkungan
● Terikat Dengan Kelompok

Kebutuhan Masa Remaja


● Kebutuhan kasih sayang
● Kebutuhan ikut serta dan kebutuhan kelompok
● Kebutuhan diri-sendiri
● Kebutuhan pengakuan dari orang lain
● Kebutuhan untuk dihargai

Tugas Perkembangan Remaja

● Perkembangan aspek biologik
● Menerima peranan dewasa
● Mendapatkan kebebasan emosional
● Mendapatkan pandangan hidup sendiri
● Realisasi suatu identitas sendiri

Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa.
Perkembangan aspek-aspek kognitif, yaitu:

● Kematangan yang merupakan perkembangan susunan syaraf sehingga misalnya fungsi-fungsi indera menjadi lebih sempurna
● Pengalaman yaitu hubungan timbal balik dengan lingkungannya
● Transmisi sosial, yaitu hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial
● Ekuilibrasi, yaitu sistem pengaturan dalam diri anak sendiri yang mampu mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan.

Tahap-tahap perkembangan kognitif

● Tahap I: masa sensorik-motorik (0-2,5 tahun)
● Tahap II: masa praoperasional(2,0-7,0 tahun)
● Tahap III: masa konkrit-operasional (7,0-11,0 tahun)
● Tahap IV: masa formal-operasional (11-dewasa)


Perkembangan Emosi

Emosi sulit untuk didefinisikan oleh karena sifatnya yang tidak tetap
Contohnya :
Takut dan terkejut tampil, perasaan sedih dan gembira yang mendalam (sama-sama menangis)
Ada tiga pasang emosi, yaitu :
■ Lust – Unlust (Senang tak senang)
■ Spannung – Losung ( tegak tak tegak)
■ Erreggang – beruhigung (semangat-tenang)

Perkembangan Sosial

Gejolak emosi remaja dan masalah remaja lain pada umumnya disebabkan antara lain adanya konflik peran sosial. Konflik peran yang dapat menimbulkan gejolak emosi dan kesulitan-kesulitan lain pada masa remaja dapat dikurangi dengan memberi latihan-latihan agar anak dapat mandiri sedini mungkin.

Perkembangan Moral 

Moral merupakan bagian yang cukup penting dalam jiwa remaja. Sebagian orang berpendapat bahwa moral bisa mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak dewasa sehingga ia tidak melakukan hal-hal yang merugikan atau bertentangan dengan kehendak pandangan masyarakat

Faktor-faktor penyebab terjadinya masalah pada remaja

■ Adanya perubahan psikologis, dan biologis
■ Orang tua yang pendidikan kurang siap untuk memberikan informasi yang benar dan tepat waktu karena ketidaktahuannya.
■ Perbaikan gizi yang menyebabkan menarche
■ Membaiknya saranan komunikasi dan transportasi akibat kemajuan teknologi
■ Kurangnya pemanfaatan penggunaan sarana untuk menyalurkan gejolak remaja.

Perubahan Psikologi Masa Remaja

Wanita dan pria memiliki perasaan yang hampir sama, yaitu sering merasa gelisah, resah, ada konflik batin dengan orang tua, minat meluas, tidak menetap, pergaulan, mulai berkelompok, tetapi sering muncul perasaan asing, mulai mengenal lawan jenis atau pacaran, serta tidak stabilnya prestasi atau pelajaran sekolah

Perkembangan Fisik Remaja

Anak Perempuan

● Pertumbuhan tulang-tulang 
● Pertumbuhan payudara
● Mencapai ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya
● Bulu kemaluan menjadi keriting
● Tumbuh bulu-bulu ketiak

Anak laki laki

● Pertumbuhan tulang-tulang
● Testis membesar
● Tumbuh bulu di kemaluan
● Awal perubahan suara
● Ejakulasi (keluarnya air mani)
● Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimal setiap tahunnya
● Tumbih rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot)
● Tumbuh bulu ketiak
● Tumbuh bulu di dada


                              Referensi

Marmi,S.ST.,M.Kes.2013. Pengantar Psikolog Kebidanan. Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Hurlock, Elizbeth. B., Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima), (Jakarta: Erlangga, 1993)
Gunarsah, S. 1989. Psikologi Perkembangan: Anak dan Remaja. Jakarta: BPK. Gunung Mulia
Jahja, Yudrik. 2012. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar