Sabtu, 20 Juli 2019

MENU BAYI DAN BALITA

Menu Bayi dan Balita


 
1.Bayi 0-6 Bulan
2. Usia 6-8 Bulan
3. Usia 9-10 Bulan
4. Usia 10-12 Bulan
5. Usia <12 Bulan

1. Usia 0-6 Bulan

Hanya ASI saja Tanpa Tambahan Makanan Apapun

2. Usia 6-8 Bulan
  • Lanjutkan Menyusui
  • Jumlah Takaran 2-3 SDM (125 ml)
  • Frekuensi 2-3x makan
  • 1-2 kali selingan(Buah atau biskuit)
  • Makanan dibuat dengan di saring, tekstur makanan lembik dan tidak terlalu encer
Contoh menu

*  : Kentang
** : Kacang Merah
*** : Salmon
****: Wortel brokoli
Tambahan EVOO
NB : EVOO tidak boleh di masak!!

Cara membuat

Semua bahan di kukus setelah matang di haluskan menggunakan saringan dan di campur dg EVOO
Jika kurang lembik maka boleh di tambah ASI

3. Usia 9-10 Bulan
  • Lanjutkan menyusui
  • Jumlahnya < 125 ml
  • Frekuensi 3-4 kali
  • 1-2 kali selingan(Buah atau biskuit)
  • Bahan makanan sama dengan orang dewasa, rasa disesuaikan untuk anak-anak
  • Makanan dibuat dg di tumbuk dan tekstur nya agak kasar
Contoh Menu

* : Nasi
** : Tempe
*** : Daging
****: Brokoli
Tambahan EVOO

Cara Memasak

Semua bahan makanan di kukus kemudian di tumbuk hingga tekstur nya agak kasar.
Atau menggunakan slow cooker

4. 10-12 Bulan
  • Lanjutkan Menyusui
  • Jumlahnya 200ml
  • 3-4 kali makan
  • 1-2 kali selingan(Buah atau biskuit)
  • Bahan makanan sama dengan orang dewasa, rasa disesuaikan untuk anak-anak
  • Makanan di cincang kasar
5. Usia <12 Bulan
  • Lanjutkan Menyusui
  • <250 ml
  • Frekuensi 3-4 kali makan
  • 1-2 kali selingan
  • Menu sama untuk orang dewasa
  • Caranya memasak sama dengan orang dewasa
Gerakan Tutup Mulut (GTM)

 Penyebab gerakan tutup mulut pada anak terjadi karena anak merasa bosan dengan makanan yang diberikan, sedang sakit, merasa tidak lapar ataupun adanya trauma baik terhadap makanan tertentu atapun proses makan itu sendiri
Terkadang orang tua menjadi menjadi permisif sehingga membiarkan anaknya hanya makan biskuit favoritnya, memberi susu sebagai pengganti makanan atau memberikan makanan cepat saji yang menjadi kesukaan anak

Cara Mengatasi GTM
  • Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan dua - tiga kali sehari (500-600 ml/hari).
  • Batasi juga waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.
  • Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.
  • Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.
  • Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya.
  • Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.
  • Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
  • Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar