Sabtu, 20 Juli 2019

KEBUTUHAN OKSIGEN

Kebutuhan Oksigenasi



  • Sistem tubuh yang berperan dalam proses oksigenasi
  • Proses oksigenasi
  • Faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen
  • Jenis pernapasan
  • Pengukuran fungsi paru
  • Masalah kebutuhan oksigen

Pengertian

Kebutuhan oksigenasi merupakan kebutuhan manusia yang digunakan untuk metabolisme sel tubuh, mempertahankan hidup & aktivitas berbagai organ & sel.

Tujuan dari pernapasan
Menyediakan oksigen bagi jaringan dan membuang karbondioksida.

Fungsi utama sistem pernapasan
Untuk memperoleh O2 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh & mengeliminasi CO2  yang dihasilkan oleh sel

Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenisasi

1. Saluran Pernapasan   bagian atas
2. Saluran Pernapasan bagian bawah
3. Paru
4. Sistem kardiovaskuler

Saluran Pernapasan bagian atas

➧Berfungsi  
  1.  Penyaring
  2.  Menghangatkan
  3.  Melembabkan udara yang terhirup

Saluran ini terdiri dari :

1. Hidung
Proses oksigenisasi diawali penyaringan oleh bulu yang ada dalam vestibulum (bagian rongga hidung) kemudian dihangatkan & dilembabkan
2. Faring
3. Laring (tenggorokan)
4. Epiglotis
     Merupakan katup tulang rawan  berfungsi membantu menutup laring pada saat proses menelan

Saluran pernapasan bagian bawah

⏯ Berfungsi mengalirkan udara & memproduksi surfaktan.
⏯ Terdiri dari 
  1. Trakea mengeluarkan debu atau benda asing
  2. Bronkus
  3. Bronkiolus
   Paru
  • Merupakan organ utama dalam sistem pernapasan 
  • Paru memiliki jaringan elastis, berpori serta berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen & karbondioksida

Sistem Kardiovaskuler
Kemampuan oksigenisasi pada jaringan dipengaruhi oleh fungsi jantung untuk memompa darah sebagai transport oksigen.

Proses oksigenasi

Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi terdiri dari :
  1. Ventilasi
  2. Difusi gas
  3. Transportasi gas

Ventilasi

Merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfir kedalam alveoli atau dari alveoli keatmosfir.
Proses ventilasi dipengaruhi :
  • Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru, semakin tinggi tempat, maka tekanan udara semakin rendah. Demikian pula sebaliknya.
  • Adanya kemampuan alveoli untuk kembang kempis.
  • Adanya jalan nafas dari hidung hingga alveoli yang terdiri dari otot polos yang dipengaruhi oleh sisitem syaraf otonom. 
  • Adanya refleks batuk dan muntah
  • Adanya peran mucus silaris sebagai penangkal benda asing
  • Complience atau kemampuan paru untuk mengembang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor
  • Recoil atau kemampuan untuk mengeluarkan CO2 atau kontraksi penyempitan paru.
  • CO2 memiliki kemampuan merangsang pusat pernafasan. 


Difusi Gas
Merupakan pertukaran oksigen dialveoli ke kapiler paru & C02  dikapiler ke alveoli. 

Transportasi Gas
  1. Merupakan proses pendistribusian oksigen di kapiler ke jaringan tubuh & CO2 jaringan tubuh ke  kapiler
  2. Transportasi gas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu curah jantung, latihan, perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan (hematokrit) serta eritrosit dan kadar Hb.

Jenis Pernapasan

1 Respirasi Eksternal
Keseluruhan rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 &CO2  antara lingkungan eksternal & sel tubuh

2. Respirasi internal
Proses metabolisme intrasel yang berlangsung didalam mitokondria, yang menggunakan O2 & mengeluarkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul nutrien

Pengukuran Fungsi Paru

Kemampuan faal paru dapat dinilai dari volume & kapasitas paru.
   Volume paru merupakan volume udara yang mengisi ruangan udara dalam paru terdiri :
1. Volume pasang surut (tidal volume TV) merupakan jalan udara keluar-masuk pada saat terjadi pernapasan biasa. Orang sehat rata-rata 500cc
2. Volume cadangan hisap(Inspiratory reserve volume- IRV) Jumlah udara yang masih bisa dihirup secara maksimal setelah menghirup udara pada pernapasan biasa. Org dewasa 3.000cc.
3. Volume cadangan hembus (Expiratory reserve volume-ERV) 
Jumlah udara yang masih bisa dihembuskan secara maksimal setelah menghembuskan udara pada pernapasan biasa orang dewasa mencapai 1100cc.
4. Volume sisa (residual volume-RV)
Jumlah udara yang masih tertinggal diparu meskipun telah menghembuskan napas secara maksimal orang dewasa rata-rata 1200cc

Kapasitas Paru

  1. Kapasitas hisap( Inspiratory capacity),Merupakan jumlah dari volume pasang surut & volume cadangan hisap
  2. Kapasitas cadangan fungsional (Functional reserve capacity-FRC), Jumlah dari volume cadangan hembus dengan volume sisa
  3. Kapasitas Vital (Capacity Vital-CV) ,Jumlah dari volume cadangan hembus, volume pasang surut & volume cadangan hisap
  4. Jumlah keseluruhan volume udara yang ada dalam paru (total lung capacity-TLC), Terdiri atas voloume pasang surut, volume cadangan hisap,volume cadangan hembus & vol sisa
Masalah Kebutuhan Oksigen

1. Hipoksia
Hipoksia merupakan kondisi tidak terpenuhinya oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen dalam tingkat sel. 
      Ditandai dengan sianosis.
2. Perubahan pola pernapasan
➧Tachypnea
Merupakan pernapasan yang memiliki frekwensi lebih dari 24 X/m. Proses ini terjadi karena paru dalam keadaan atelektasis.
➧Bradypnea
Pernapasan kurang dr 10X/m. Ditemukan pada peningkatan TIK disertai narkotik atau sedatif
➧Hiperventilasi
Cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat  & dalam.

➧Kusmaul
Pola pernapasan cepat & dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metabolik.
➧Hipoventilasi 
Merupakan upaya tubuh mengeluarkan karbondioksida dengan cukup serta tidak cukupnya penggunaan oksigen
➧Dispnea
Perasaan sesak & berat saat pernapasan
➧Orthopnea
Kesulitan bernapas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri & pola ini ditemukan pada seseorang yang mengalami kongestif paru
➧Cheyne Stokes
Siklus pernapasan yang amplitudonya mula-mula naik turun, berhenti, kemudian mulai dari siklus baru
➧Pernapasan paradoksial 
Pernapasan yang ditandai dengan pergerakan dinding paru yang berlawanan arah dari keadaan normal, sering ditemukan pada keadaan atelektasis.
➧Biot
Merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes, tetapi amplitudonya tidak teratur, pola ini sering dijumpai pada rangsangan selaput otak, TIK meningkat, trauma kepala dan lain-lain
➧Stridor 
Pernapasan bising yang terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan. Pola ini ditemakan pada kasus spasme trakea atau obstruksi laring. 

Obstruksi jalan napas
   Obstruksi jalan napas merupakan kondisi pernapasan yang tidak normal akibat ketidakmampuan batuk secara efektif





Tidak ada komentar:

Posting Komentar